You need to enable javaScript to run this app.

SOSIALISASI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI

  • Minggu, 28 Agustus 2022
  • EDI SUPRIYANTO, S.PD.,MPD
  • 0 komentar
SOSIALISASI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI

Malam hari Jum’at, 12 Agustus 2022 bertempat di Lapangan Upacara SMAN 3 Pandeglang dilaksanakan Sosialisasi Pendidikan Antikorupsi dan Gratifikasi terhadap peserta Orientasi Pramuka Penegak. Adapun Narasumber dari Sosialisasi tersebut adalah Toto Purwanto, S.Pd., M.Pd. guru mata pelajaran PPKn yang telah lulus sebagai Calon Penyuluh Antikorupsi. Acara Sosialisasi Pendidikan Antikorupsi tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan 15025 dan 15026, anggota majelis pembimbing gugus depan, dan kurang lebih 525 peserta dan panitia Orientasi Pramuka Penegak.

Korupsi merupakan perbuatan tercela dan bentuk dari penyakit sosial masyarakat, sehingga korupsi dikategorikan sebagai suatu tindak pidana (Straafbaarfeit). Korupsi adalah tindakan yang dilakukan oleh setiap orang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan negara atau perekonomian Negara. Tindak pidana korupsi di Indonesia sudah meluas dalam masyarakat. Perkembangannya terus meningkat dari tahun ke tahun, baik dari jumlah kasus yang terjadi dan jumlah kerugian keuangan negara maupun dari segi kualitas tindak pidana yang dilakukan semakin sistematis serta lingkupnya yang memasuki seluruh aspek kehidupan masyarakat. Korupsi banyak di artikan sebagai Budaya Padahal hal itu merupakan suatu definisi yang keliru korupsi merupakan suatu tindakan yang dapat dicegah dengan langkah preventif.

Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya korupsi yaitu dengan Pendidikan antikorupsi yang harus diterapkan disemua lingkungan, mulai dari keluarga, satuan pendidikan, hingga masyarakat. Pendidikan antikorupsi adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan proses belajar mengajar yang kritis terhadap nilai-nilai antikorupsi. Dalam proses tersebut, Pendidikan Antikorupsi bukan sekedar media bagi transfer pengalihan pengetahuan (kognitif) namun juga menekankan pada upaya pembentukan karakter (afektif) dan kesadaran moral dalam melakukan perlawanan (psikomotorik) terhadap penyimpangan perilaku korupsi. Untuk itu salah satu rangkaian kegiatan orientasi pramuka penegak adalah Sosialisasi Pendidikan antikorupsi yang bertujuan agar:  (1) Peserta mampu membentuk perilaku yang amanah dan jujur, dan (2) Peserta mampu berperan dalam pencegahan korupsi di lingkungannya.

Masa depan bangsa dan Negara Indonesia ini ada di tangan generasi muda. Generasi muda merupakan agen perubahan (agent of change) karena generasi muda sebagai penentu perkembangan ataupun kemunduran suatu bangsa dan negara, namun kenyataannya beberapa kasus korupsi yang melanda bangsa Indonesia melibatkan anak muda. Hal tersebut didasarkan karena sifat mayoritas anak-anak muda saat ini ingin mendapatkan sesuatu dengan “budaya formalin” cara cepat, sukses dengan cara cepat, kaya dengan cara cepat, dan semuanya ingin serba cepat. Pemahaman anak muda tentang integritas sebenarnya cukup tinggi, hanya saja kondisi permisif dan tolerir terhadap hal-hal yang tidak baik mempengaruhi perilaku anak muda. Terlebih jika mereka sudah masuk ke dalam sistem, untuk itu sangat penting pembentukan karakter bagi generasi muda. Korupsi merupakan suatu tindakan yang menyimpang dan melanggar etika serta merugikan pihak lain.

Selama ini upaya pemberantasan korupsi hanya fokus pada upaya menindak para koruptor (upaya represif), tetapi sedikit sekali perhatian pada upaya pencegahan korupsi (upaya preventif). Pendidikan antikorupsi merupakan upaya preventif yang dapat dilakukan untuk generasi muda, melalui 3 jalur, yaitu: 1) pendidikan di sekolah yang disebut dengan pendidikan formal, 2) pendidikan di lingkungan keluarga yang disebut dengan pendidikan informal, dan 3) pendidikan di masyarakat yang disebut dengan pendidikan nonformal. Nilai-nilai Pendidikan antikorupsi harus ditanamkan, dihayati, diamalkan setiap insan Indonesia sejak usia dini sampai perguruan tinggi, bila perlu long life education, artinya nilai-nilai Pendidikan antikorupsi menjadi nafas di setiap waktu, setiap tempat semasa masih hidup.

Pada saat ditanya oleh pewarta tentang Pendidikan Anti Korupsi disela-sela kegiatan tersebut Edi Supriyanto selaku Ketua Mabigus menyampaikan, “Terapkan yang 9 dan hindari yang 7”. Apa itu? Ada 9 (Sembilan) nilai karakter yang harus dimiliki dan ditanamkan pada diri kita untuk dapat terhindar dari Tipikor, yaitu jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, kesederhaan, keberanian, dan adil. Ada 7 kelompok Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang harus kita hindari, yaitu: merugikan keuangan negara, suap menyuap, pemerasan, perbuatan curang pengelapan dalam jabatan, benturan kepentingan dalam pengadaan, dan gratifikasi.

Pada kesempatan tersebut Edi Supriyanto merasa bangga kepada peserta yang antusias,memberikan respons positif, dan sangat memperhatikan penyajian materi yang disampaikan oleh Bpk Toto Purwanto. Hal ini terlihat dari kegiatan tersebut diikuti.

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Edi Supriyanto, S.Pd.,M.Pd.

- Kepala Sekolah -

Bismillahirrahmanirrahim Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Saya berharap semoga Website sekolah ini dapat dijadikan media interaksi yang positif dan konstruktif baik...

Berlangganan
Banner